Showing posts with label Zona Internasional. Show all posts
Showing posts with label Zona Internasional. Show all posts

Tuesday, July 12, 2011

Sial atau Untung? Mau Merampok Malah Jadi Budak Seks

Sial atau Untung? Mau Merampok Malah Jadi Budak Seks - Entah nahas atau malah beruntung, seorang perampok yang mencoba menggasak sebuah salon di Rusia malah jadi korban saat pemilik salon berhasil mengalahkannya lalu mengikat pria tersebut telanjang untuk kemudian menjadikan perampok tersebut sebagai budak seks selama tiga hari.

Si perampok, Viktor Jasinski (32) mengaku ke polisi, ia pergi ke salon di Meshchovsk, Rusia, dengan niat merampok. Tapi keadaan berbalik buat Viktor saat pemilik salon Olga Zajac (28) -pemegang sabuk hitam karate- malah mengalahkan Viktor.

Hebatnya, Olga mampu mengatasi Viktor hanya dengan satu tendangan! Olga kemudian menyeret Viktor yang tengah semaput ke ruang belakang salon lalu mengikatnya dengan kabel pengering rambut.

Olga, seperti keterangan polisi, kemudian menelanjangi Viktor. Selama tiga hari berikutnya, Viktor jadi bahan ekperimen seks Olga untuk mengaplikasikan sejumlah gaya ‘bermain’. Agar Viktor tetap fit, Olga juga memberi Viktor obat kuat Viagra selama eksperimen seks tersebut berlangsung.

Perampok sial namun beruntung tersebut akhirnya dibebaskan setelah memohon dan mengaku kapok ke Olga. Tak lama usai dibebaskan, Viktor langsung melapor ke polisi dan menuturkan ‘penderitaannya’. Seperti dilansir Daily Mail, Viktor menyebut ia telah disandera, diborgol , ditelanjangi, dan tidak ada makan kecuali obat kuat Viagra.

Keduanya kini telah ditahan. Lucunya, ketika polisi tiba menginterogasi Olga ia secara polos membantah tudingan Viktor tersebut. Ia menyiratkan juga telah ‘membayar’ Viktor atas perlakuan tersebut.

“Dia yang melapor itu kurang ajar. Ya, kami berhubungan seks beberapa kali. Tapi aku membelikannya jeans baru, memberinya makanan dan bahkan memberinya 1.000 rubel ketika ia pergi,” ujar Olga.

Kalau benar begitu, Viktor itu sial atau malah beruntung ya?

Gadis Remaja Ini Tewas Usai Ciuman Pertama, Kasihan Gan..

Gadis Remaja Ini Tewas Usai Ciuman Pertama, Kasihan Gan.. - Seorang gadis remaja pingsan lalu meninggal akibat sindrom kematian mendadak orang dewasa (SADS) beberapa menit setelah dia berciuman untuk pertama kalinya. Sebelumnya Foto Ciuman Ibu dan Anak Layaknya Kekasih dan Ciuman Maut Liu Mampu Luluhkan Niat Bunuh Diri Pemuda Cina

Telegraph.co.id, Kamis (10/2/2011), yang mengutip penyelidikan atas kasus itu melaporkan, Jemma Benjamin (18 tahun) dicium teman mahasiswanya Daniel Ross (21) di rumah pemuda itu setelah mereka keluar malam bersama pada April 2009. Namun nona Benjamin tiba-tiba jatuh ke sofa dan meninggal di depan mata Ross.


Jemma Benjamin (18 tahun) meninggal karena sindrom kematian mendadak orang dewasa (SADS) beberapa menit setelah dia berciuman untuk pertama kalinya.

Penyelidikan menyebutkan Jemma meninggal karena SADS, satu kondisi jantung yang jarang yang membunuh 500 orang di Inggris setiap tahun. Ross, yang mengenal Benyamin selama tiga bulan, berusaha keras untuk menyelamatkan gadis itu sebelum paramedis tiba di tempat kejadian. Namun pemeriksaan menujukkan, tidak ada apa-apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Benyamin.

Ross mengatakan kepada polisi bahwa ia dan Benyamin sudah berteman selama tiga bulan - tapi itu untuk pertama kalinya mereka berciuman. Dia mengatakan, "Itu bukan hubungan seksual tapi kami bertemu beberapa lain kali seminggu. Kami akan pergi ke sebuah bar untuk makan dan kembali ke rumah saya untuk mengambil kartu kredit yang saya lupa bawa. Kami mengobrol dan akhirnya berciuman di lorong dekat pintu depan. Kami ke dapur lalu ruang tamu dan Jemma duduk di sofa."

Ross mengatakan, kelopak mata Benjamin "tiba-tiba mulai terkulai" dan mulutnya mulai berbusa sebelum dia ambruk di tempat tinggalnya yang merupakan flat mahasiswa di Treforest, Pontypridd, South Wales. Dia berkata, "Saya menelepon ibunya untuk mengetahui apakah dia menderita epilepsi. Dia ambruk dan kehilangan kesadaran."

Pemuda itu lalu menelepon 999 dan diberi panduan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) melalui telepon oleh operator kontrol Layanan Ambulans Welsh tetapi ia tidak bisa menyelamatkan gadis tersebut.

Ayah Benjamin mengatakan kepada persidangan atas kasus itu bahwa dia pikir putrinya dan Ross "hanya berteman". Dia mengatakan, "Jemma sangat pemalu dan penakut."


 
Themes by ASRock Celebrity News - Privacy Policy - Sitemap